Foto, Damianus Muyapa, Dok. KM |
Oleh: Damianus Muyapa
OPINI, KABARMAPEGAA.COM—Reformasi adalah perubahan dalam segala hal yang ada. Baik perubahan dalam hal-hal yang konkrit maupun abstract dalam hidup. Perubahan dari hal-hal negatif yang ada dapat berubah menjadi positif dan juga hal-hal yang belum ada sama sekali bisa menjadi ada dalam hidup. Kalau mendatangkan perubahan bisa memiliki gaya dan cara sesuai dengan perkembangan jaman. Agar perubahan dapat terwujud dari apa yang di harapkannya.
Reformator adalah seseorang yang berpikir dan bertindak untuk perubahan. Baik perubahan diri sendiri, dan perubahan segala sesuatu yang di alami oleh masyarakat. Misalnya orang lain di bodohi, di tindas, di bunuh, di aniaya, di perkosa, dan lain sebagaiya dapat di belah dan di pihak korban, kemudian melawan kepada pihak-pihak yang bersangkutannya dengan tujuan membebaskan dari orang-orang yang korban. Memang menjadi reformator tidak mudah, namun sangat sulit karena menghadapi banyak tantangan dalam hidup pada setiap saat. tetapi reformator tidak dapat mundur demi perubahan.
Kehidupan manusia tidak selalu baik-baik saja, namun selalu ada masalah atau kesulitan yang dapat di buat oleh diri sendiri maupun dari orang lain. Untuk mengatasi masalah atau kesulitan yang di hadapi tersebut, kita berpikir dan bertindak reformasi diri dari apa yang sudah di milikinya karena mendatangkan perubahan bukan dari orang lain, namun dari diri sendiri , orang lain hanya mendunkung atau memotivasinya. Ada pula orang lain bisa menghancurkan kepribadian kita. Maka itu, kita harus berada pada garis reformasi. Agar kita menjadi reformator dalam hidup.
Reformator dapat menyampaikan dan mengaspirasikan segala sesuatu kepada pihak-pihak yang mencari kepentingan, karena Organisasi reformasi merupakan tempat dimana menerima dan menyampaikan aspirasi semua yang ada. Untuk menyampaikan aspirasi melalui media-media baik media cetak maupun elektronik di publikasikan ke lokal, nasional, bahkan internasional dengan maksud untuk perubahan dalam hidup.
Reformotor yang ada harus di pertahankan dan di tingkatkan perjuangan untuk perubahan dalam segala hal yang dapat di bodohi, dan di tindas oleh orang lain yang ada di papua. Salah satunya adalah orang papua sudah pintar untuk memimpin sendiri, tetapi orang luar papua yang mengisi posisi-posis terpenting, tidak memberikan kesempatan kepada orang papua, itu berarti orang luar papua membodohi kepada orang papua. Oleh karena itu, organisasi-organisasi Perubahan yang ada harus mempertahankan demi harga diri papua. Jangan organisasi-organisasi perubahan menjadi tempat bisnis bagi diri sendiri maupun sekelompok orang. Akhirnya orang yang mempunyai kepentingan masuk bebas dan orang papua dapat di bodohi dan di tindas terus pada setiap saat.
Orang asli Papua (OAP) mempunyai harga diri . Apa tugas Orang asli Papua (OAP) kalau orang luar papua dapat di bodohi dan di tindas terus? Pandangan menurut penulis adalah sebagai berikut:
- Orang Asli Papua (OAP) yang masih belum berpikir dan bertindak reformasi papua dalam segala hal yang di bodohi dan di tindas oleh orang luar papua harus berpikir dan bertindak untuk reformasi papua, karena reformasi papua ada di tangan orang asli papua (OAP) sendiri.
- Reformator yang ada di papua harus berpengang teguh , jangan berpisah satu dengan yang lain dan juga harus mempunyai sistem perubahan yang jelas. Karena ada sistem lalu ada organisasi. Mengapa? karena ada organisasi itu untuk menjalankan dan mengawasi sistem yang sudah di buatkan oleh organisasi perubahan itu. Kebanyakan hanya ada organisasi saja tetapi sistem yang tidak jelas sehingga orang luar papua untuk memprovokasi, sehingga organisasi-organisasi reformasi tetap kokoh dan kuat menuju perubahan papua. karena semuanya satu visi dan misi menuju perubahan papua baru.
Dengan demikian, Organisasi reformasi sangat penting bagi orang asli papua (OAP) sehingga orang asli papua harus mempertahankan organisasi-organisasi perubahan yang ada. Dan organisasi-organisasi reformasi harus ada sistem yang jelas, agar tidak ada orang luar yang masuk untuk merugikan bagi orang asli papua (OAP), Kalau sistem yang tidak jelas tentu saja ada orang luar dapat di bodohi dan di tindas terus dan orang asli papua (OAP) akan punah. Kemudian akan di kuasai oleh orang luar papua. Oleh karena itu, orang papua tetap orang papua jadi Ingat-ingat—dan ingat--harga diri orang papua.
*)Penulis adalah Pemerhati Papua, Tinggal di Papua
0 Komentar